informasi taekwondo indonesia informasi kegiatan olahraga anak jakarta sentra taekwondo anak jakarta kegiatan liburan anak taekwondo olahraga anak informasi ekstra kurikuler taekwondo anak dunia anak taekwondo olahraga anak kesehatan anak kursus bela diri anak les taekwondo jakarta chidlren activity centre taekwondo jakarta school enhancement sport program children jakarta taekwondo school activity taekwondo jakarta children sport center children center jakarta taekwondo ballet tari bali modern dance untuk anak jakarta pusat informasi kegiatan drama bulutangkis anak sepakbola anak taekwondo futsal anak pusat sanggar aktifitas anak sanggar taekwondo pelatih taekwondo jakarta les privat taekwondo guru taekwondo taekwondo di sekolah private taekwondo lesson taekwondo informasi taekwondo indonesia informasi kegiatan olahraga anak jakarta sentra taekwondo anak jakarta kegiatan liburan anak taekwondo olahraga anak informasi ekstra kurikuler taekwondo anak dunia anak taekwondo olahraga anak kesehatan anak kursus bela diri anak les taekwondo jakarta chidlren activity centre taekwondo jakarta school enhancement sport program children jakarta taekwondo school activity taekwondo jakarta children sport center children center jakarta taekwondo ballet tari bali modern dance untuk anak jakarta pusat informasi kegiatan drama bulutangkis anak sepakbola anak taekwondo futsal anak pusat sanggar aktifitas anak sanggar taekwondo pelatih taekwondo jakarta les privat taekwondo guru taekwondo taekwondo di sekolah private taekwondo lesson taekwondo informasi taekwondo indonesia informasi kegiatan olahraga anak jakarta sentra taekwondo anak jakarta kegiatan liburan anak taekwondo olahraga anak informasi ekstra kurikuler taekwondo anak dunia anak taekwondo olahraga anak kesehatan anak kursus bela diri anak les taekwondo jakarta chidlren activity centre taekwondo jakarta school enhancement sport program children jakarta taekwondo school activity taekwondo jakarta children sport center children center jakarta taekwondo ballet tari bali modern dance untuk anak jakarta pusat informasi kegiatan drama bulutangkis anak sepakbola anak taekwondo futsal anak pusat sanggar aktifitas anak sanggar taekwondo pelatih taekwondo jakarta les privat taekwondo guru taekwondo taekwondo di sekolah private taekwondo lesson taekwondo informasi taekwondo indonesia informasi kegiatan olahraga anak jakarta sentra taekwondo anak jakarta kegiatan liburan anak taekwondo olahraga anak informasi ekstra kurikuler taekwondo anak dunia anak taekwondo olahraga anak kesehatan anak kursus bela diri anak les taekwondo jakarta chidlren activity centre taekwondo jakarta school enhancement sport program children jakarta taekwondo school activity taekwondo jakarta children sport center children center jakarta taekwondo ballet tari bali modern dance untuk anak jakarta pusat informasi kegiatan drama bulutangkis anak sepakbola anak taekwondo futsal anak pusat sanggar aktifitas anak sanggar taekwondo pelatih taekwondo jakarta les privat taekwondo guru taekwondo taekwondo di sekolah private taekwondo lesson taekwondo informasi taekwondo indonesia informasi kegiatan olahraga anak jakarta sentra taekwondo anak jakarta kegiatan liburan anak taekwondo olahraga anak informasi ekstra kurikuler taekwondo anak dunia anak taekwondo olahraga anak kesehatan anak kursus bela diri anak les taekwondo jakarta chidlren activity centre taekwondo jakarta school enhancement sport program children jakarta taekwondo school activity taekwondo jakarta children sport center children center jakarta taekwondo ballet tari bali modern dance untuk anak jakarta pusat informasi kegiatan drama bulutangkis anak sepakbola anak taekwondo futsal anak pusat sanggar aktifitas anak sanggar taekwondo pelatih taekwondo jakarta les privat taekwondo guru taekwondo taekwondo di sekolah private taekwondo lesson taekwondo
Kami berpengalaman dengan reputasi
lebih dari 15 tahun pada sekolah-sekolah internasional
dan nasional "plus"
terbaik di Jakarta...
....kami mempersiapkan
latihan yang menyenangkan untuk
kebiasaan yang sehat
....kami membentuk disiplin
dengan
keteladanan
...kami melayani siswa
sebagai individu yang unik
dan tidak penting
membanding-bandingkannya
..kami selalu merayakan
setiap usaha siswa --
bukan hanya hasil akhir
...karena siswa tidak perlu dihukum namun diberi pilihan & konsekuensi

..karena siswa perlu diberi inspirasi - bukan digurui
Kami selalu bersikap Positif dengan mengutamakan
keselamatan siswa
Kami mendorong siswa untuk berkomunikasi dengan bahasa Inggris
Kami memaksimalkan seluruh potensi siswa
..kami menerima masukan dari orangtua dan bekerjasama dengan pakar olahraga dan psikolog anak untuk selalu memperbaiki diri
"Because we know  that the work of children is play...."
Curang dalam olahraga Prestasi : Masihkah olahraga bisa kita diandalkan untuk membentuk karakter positif  anak ?

Sudah takdirnya kalau orangtua selalu menginginkan yang terbaik buat putra/putrinya. Dan inilah salah satu alasan mengapa banyak orangtua mendaftarkan anaknya ikut kegiatan olahraga – termasuk Taekwondo.

Ternyata semua percaya dan yakin bahwa partisipasi pada olahraga akan membuahkan karakter positif.
Orangtua yang anaknya ikut kompetisi pada satu cabang olahraga akan terus menerus berusaha meng klarifikasi nilai positif yang didapat anaknya apalagi setelah anak ia mendapat sebutan baru dari klubnya : atlet. Akan ditambah lagi saat medali sudah dikalungkan. Toh sebutannya juga sudah bertambah : juara.

“Kepercayaan” ini saya yakin sudah berumur lebih tua dari umur saya. Namun pada kenyataannya riset mengenai partisipasi olahraga prestasi dalam membangun karakter terlalu sedikit dan kita, bahkan malah sering menemukan bukti yang sebaliknya.

Berita pengunaan obat-obatan pemacu pertumbuhan serat otot (anabolic steroids) oleh atlet yang jelas-jelas dilarang dan berbahaya selalu saja menghiasi halaman koran saat ada pesta olahraga baik tingkat dunia maupun di Indonesia.

Pada pesta olahraga tingkat dunia Olimpiade Beijing kita semua terperanjat melihat ulah atlet Kuba yang menganiaya wasit di arena Taekwondo. Bukan cuma itu, coach-nya pun ikut juga memperagakan cara protes yang tidak dikenal dalam peraturan pertandingan taekwondo. Inikah hasil latihan selama ini ?

Perkelahian antar ofisial, kontestan, pemukulan wasit dan cara-cara protes yang kurang sepantasnya dalam pertandingan Taekwondo juga kerap mengisi halaman koran mulai dari tingkat daerah sampai ke tingkat nasional.
Dalam taekwondo kecurangan bahkan sudah dilakukan sebelum bertanding. Bukan rahasia lagi di kalangan masyarakat Taekwondo untuk menghalalkan segala cara demi kemenangan seperti pemalsuan umur, pemalsuan sertifikat, perpindahan atlet antar daerah (karena iming-iming daerah kaya).

Curang saat pertandingan Taekwondo dalam beberapa kasus sering disebut sebagai strategi. Semacam dosa tapi dosa putih. Berikut beberapa diantaranya : mulai dari yang sebatas pura-pura cedera, menendang bagian terlarang, menyerang dengan tujuan merusak sampai meng-intimidasi wasit. Yang terakhir ini biasanya dilakukan oleh suporter.

Apakah berbuat curang masih menjadi kata yang paling memalukan dalam pembinaan Taekwondo kita ? Maaf, sangat diragukan. Kita tentu pernah mendengar salah satu slogan olimpiade yang terkenal  “Fair Play”. Slogan ini mungkin sudah tidak berarti apa-apa lagi sekarang. Sekarang pilihan kita tinggal dua : menutup atau membuka mata. Terserah namun pastikan anda menggunakan mata hati anda.

Fakta-fakta diatas hanyalah sebagian dari contoh kegagalan kita sebagai masyarakat olahraga – khususnya Taekwondo  - dalam ikut berperan membentuk karakater bangsa.

Kenapa karakter itu penting? Kita tentu masih ingat kerusuhan di Jakarta dan beberapa kota di Indonesia tahun 1998 bukan? Dari bangsa yang bermartabat dan rakyat yang terkenal ramah dan penuh senyum sekejap kita menjadi bangsa yang kerdil, penuh dendam,permusuhan dan kebencian.
Budaya korupsi adalah bukti bagian dari gagalnya pendidikan karakter bangsa ini. Korupsi ternyata melingkup karakter negatif seperti : ketidak jujuran, ketidak disiplinan dan menghalalkan segala cara. Hasilnya, peringkat korupsi kita pada 2002 menjadi nomor satu ! (Data Transparancy International 2002).

Pertanyaannya sekarang adalah, apakah Taekwondo masih dapat diandalkan menjadi alat pembentuk karakter siswa putra-putri kita?

Pernahkah  kita membayangkan bahwa kesenangan berolahraga anak telah kita hancurkan hanya demi medali ? Bagi beberapa pelatih dia hanya mengenal satu alat ukur : medali. Tidak penting siapa atletnya tapi apa prestasinya.

Saya pernah mendapat wejangan dari seorang pembina olahraga yang menyatakan tidak penting apakah atlet itu narapidana sekalipun tapi jika dia berpotensi emas maka atlet itu dengan usaha apapun harus menjadi tim daerahnya.

Berlatih Taekwondo bagi anak seyogyanya memberinya keterampilan untuk hidup mengenal arti kuat dan lemah diri , membangun percaya diri dan tentunya terampil beladiri. Dilain pihak bagi tugas orangtua mendampingi anak dalam olahraga prestasi adalah untuk memastikan perkembangan putra/putrinya serta menjamin ia berlatih dengan hati yang senang.

Akan datang waktunya kita melihat siswa atau putra/putri kita berkembang jauh diatas rata-rata siswa lain dan ia berbakat maka pastikan ia menang karena ia memang pantas menang bukan karena main curang.
Olahraga – termasuk Taekwondo – jika dilakukan dengan benar kami percaya secara bertahap akan menanamkan kejujuran, rasa hormat dan dasar moral karakter yang terbaik bagi siapapun yang mempelajarinya.
Sadarlah bahwa apa yang kita kerjakan selama ini dalam pembinaan prestasi sudah melenceng dari tujuan dan ikrar Taekwondo. Marilah kita tolak main curang walau tebusannya kita kalah. (Andre Tuwaidan)

Belajar Beladiri membuat anak agresif?

Ditengah maraknya olahraga beladiri - banyak orangtua malah ragu saat anaknya mau ikut latihan beladiri. Salah satu alasannya adalah kekuatiran kalau beladiri   membuat anaknya agresif.

Didalam suatu latihan beladiri yang benar, anak akan dibimbing untuk mencapai suatu tingkatan disiplin mental dan fisik yang seimbang. Misalnya : kemampuan kendali diri, percaya diri serta keterampilan untuk mempertahankan diri sendiri dan orang-orang yang dicintainya.

Kata agresif biasanya dihubungkan kekerasan fisik misalnya : memukul dsb.
Bentuk kekerasan lain yang sering terjadi dikeseharian kita yakni kekerasan verbal (mengejek, membentak dsb). Agresifitas adalah sikap yang dikembangkan dalam beladiri – terutama dalam beladiri kompetisi. Agresif juga dikenal sebagai karakter yang amat lazim dalam dunia dagang. Menghubungkan kekerasan (fisik dan verbal) dengan agresifitas rasanya kurang tepat . Kekerasan juga bukan bagian pelajaran dari beladiri.

Siswa beladiri yang baru belajar satu-dua tehnik beladiri memang bisa kelihatan lebih agresif. Sikap agresif  disini positif karena lebih didorong karena keinginan menunjukkan bahwa dirinya bisa. Anak yang agresif- bukanlah masalah sejauh si-anak sadar bahwa kekerasan fisik malah akan menambah kesulitannya.


Apa yang mesti kita lakukan jika ternyata anak kita sering menggunakan kekerasan (fisik dan verbal) terhadap temannya ?

3. Inspirasikan pilihan lain :
Sebagai Orangtua atau guru atau juga pelatih beladirinya kita perlu memberikan inspirasi kepada anak tentang pilihan-pilihan lain yang lebih baik ketimbang , misalnya, memukul atau memaki saat ada konflik;

2. Jadi Teladan :
Untuk menghilangkan kebiasaan anak yang suka mengejek atau memukul akan lebih efektif jika kita menjadi teladan mereka dengan memberi contoh cara yang benar saat menghadapi konflik dihadapan anak  Anak akan melihat contoh dari bagaimana cara kita menyelesaikan masalah tanpa kekerasan;

1. Segera hukum :
Hukuman harus diberikan sebagai suatu konsekuensi atas pelanggaran pada aturan. Hukuman ditujukan pada perilaku yang salah – dalam hal ini, misalnya memukul teman – bukan pada pribadi anak. Hukuman harus dilaksanakan segera setelah kejadian agar nilai pelajaran yang terkandung didalamnya tidak hilang. Membiarkan anak berperilaku kurang baik –  adalah tindakan permisif yang akan membentuk anak selalu berusaha “menawar” aturan. Anak yang kerap melihat kita bersikap membiarkan pelanggaran satu saat nanti akan bertindak permisif pula. Hindari hukuman fisik seperti menampar/memukul. Kami merekomendasikan hukuman sosial dan berhubungan langsung dengan pelanggarannya, misalnya : kehilangan waktu bermain dengan teman-temannya, kehilangan waktu untuk nonton TV, video games dsb.


Apa yang mesti diwaspadai saat anak sudah belajar beladiri?
Jika anak anda kebetulan sudah mengikuti latihan beladiri sebaiknya cobalah datang sesekali ketempat latihannya. Lihatlah sendiri bagaimana metode latihan disampaikan kepada siswa. Metode latihan mencakup bentuk dan dengan cara apa pelatih menyampaikannya.  Dengarkan juga apa yang diucapkan pelatih dan bagaimana cara mengucapkannya. Tidak kalah pentingnya lihat juga respon dan partisipasi anak saat latihan.

Jika kita mendapati pelatih lebih banyak membentak, melecehkan siswa,  menghukum secara fisik apalagi sampai melakukan kekerasan fisik, maka kita punya alasan meyakinkan untuk tidak mempertahankan anak kita latihan dengan pelatih itu.
Sebagus apapun tehnik beladiri yang diajarkan – atau mungkin prestasi yang bakal didapat  jika kekerasan adalah sesuatu yang selalu dilihat anak - apalagi yang dilakukan oleh pelatihnya – lama kelamaan si-anak akan terbiasa dengan kekerasan. Suatu saat jika si-anak menghadapi konflik dengan orang lain ia akan memilih kekerasan karena hanya itulah cara yang dikenalnya. Karakter pelatih akan menurun pada siswanya. Apapun alasannya, beladiri tanpa etika adalah kekerasan.

Perlu ada dua orang untuk berkelahi
Dari sejarah berkembangnya ilmu beladiri pada intinya ilmu ini berkembang sebagai bentuk perlawanan pada intimidasi, pemaksaan, penjajahan dsb.. karenanya siapapun yang belajar ilmu beladiri akan dibentuk untuk mampu menolak paksaan – termasuk paksaan untuk berkelahi. Filosofinya sederhana : perlu ada dua orang untuk berkelahi. Jadi jika ada yang mengajak berkelahi tolak saja. Namun jika suatu saat kita diserang dan karenanya harus menyelamatkan nyawa atau membela orang yang kita cintai dari kekerasan fisik maka keterampilan beladiri adalah pilihan yang sudah ada pada kita, anak kita, siswa kita.

Selamat berlatih.(Andre Tuwaidan)

KIDSWORLD
Kebayoran : Jl Suryo 5,
Senopati Telp (021)-72792075

Cibubur      : Ruko CitraGran
R5 # 27 Telp. (021)-8445955
KIDSWORLD....World of Love,care and hope
TAEKWONDO AFTERSCHOOL PROGRAM
Call now (021)72792075
KIDSWORLD
Kebayoran : Jl Suryo 5,
Senopati Telp (021)-72792075

Cibubur      : Ruko CitraGran
R5 # 27 Telp. (021)-8445955