Attention Deficit Disorder in the Dojang
by Diana H. Dunlap, Ph.D.
Anak dengan
ADD (Attention Deficit Disorder) dikelas Taekwondo - Diana H Dunlap, PHD
Pada beberapa
waktu ini berbagai riset telah didedikasikan untuk meng-diagnosis dan menemukan
perlakuan yang diperlukan bagi anak dengan masalah ADD. Anak-anak yang
didiagnose mengalami ADD cenderung mengalami kesulitan memperhatikan
instruksi/petunjuk lisan. Seringkali, anak-anak ini cenderung kehilangan
bagian-bagian yang berhubungan dengan tugasnya untuk menyelesaikan atau
melaksanakan instruksi bahkan ada kecenderungan menjadi lupa. Beberapa
anak-anak dengan ketidakmampuan ini juga menunjukan keadaannya yang sangat
aktif secara fisik (hyperaktif) dan/atau perilaku impulsive (meledak : marah
dan menangis). Mereka menjadi mudah merasa malu atau panik, menganggu teman
lain, mengoceh/ngobrol terus menerus, mengalami kegiatan fisik yang tinggi dan
mengalami kesulitan berkegiatan yang perlu mengantri/bergantian. Anak dengan
ADD juga ditemukan mengalami kesulitan membangun dan mempertahankan hubungan
yang baik dengan rekan-rekan bermainnya.
Semakin hari
semakin bertambah professional yang bergelut didalam penanganan anak dengan ADD
atau ADHD yang menyarankan agar anak-anak ini mengikuti program bela diri. Untuk
banyak anak ADD, kelas bela diri (dojang) ternyata adalah tempat yang ideal
untuk menambah kemampuan berkonsentrasi, mengurangi kebiasaan yang mengganggu,
mengembangkan kemampuan untuk mengendalikan gerak dan termasuk perilaku,
memperbaiki kepercayaan diri serta membangun hubungan dengan baik dengan sesama
teman.
Sebagai seorang
Psikolog sekolah bersertifikat, saya seringkali merekomendasikan Taekwondo
untuk anak dengan ADD. Sebagai seorang Instruktur Taekwondo, saya telah melihat
banyak anak mengalami banyak kemajuan dalam kemampuan berkonsentrasi dan
mengendalikan perilaku. Akhirnya, sebagai seorang Ibu dari seorang anak dengan
ADD, saya telah melihat pengaruh dari instruksi-instruksi dalam kelas Taekwondo
untuk penanganan kesulitan berkonsentrasi serta masalah perilaku yang
dijalankan yang ternyata amat mendukung masalah yang timbul dirumah.
Orangtua dengan anak ADD harus berhati-hati dalam memilih
sekolah Taekwondo. Instruktur pada
sekolah ini wajib memiliki dan biasa dengan masalah ADD disamping memiliki
ketrampilan, pengetahuan dan cara-cara yang baik di kelas ketika bersama
anak-anak ini. Para Instruktur ini
haruslah secara rutin meningkatkan kemampuannya bahwa kebutuhan setiap individu
yang unik dan memastikan bahwa kebutuhan yang diharapkan dari kegiatan ini
benar-benar tersedia.
Ukuran satu kelas biasanya 10 sampai 12 pemula adalah jumlah
terbaik untuk satu instruktur. Tanda baik juga bisa dilihat jika asisten
Instruktur atau calon instrukutr dapat
menyediakan pelayanan “1 on 1” ketika
diperlukan. Orangtua harus mencari kelas/klub/dojang yang menyatkan disiplin
sebagai satu yang paling penting untuk ditegakan namun dengan cara pembentukan
atau modifikasi perilaku yang positif.
Hal ini tidak untuk mengatakan
bahwa seorang Instruktur tidak boleh mendirikan konsenkuensi seperti “push ups”
atau koreksi verbal namun lebih penting adalah ketika koreksi diperlukan maka
dukungan atas satu usaha/kemajuan harus juga dirasakan oleh anak. Konsistensi juga adalah komponen kunci
lain yang diperlukan dalam penanganan anak ADD.Anak ADD cenderung merespon
lebih baik ketika mereka mereka mengetahui apa yang diinginkan dan kapan harus
melaksanakan instruksi.
Peran Orangtua
Ada beberapa cara dapat
dikerjakan oleh orangtua dengan anak dengan masalah ADD untuk mendapatkan hasil
yang positif dari pengalamannya berlatih di dojang.
Yang pertama adalah : hadirlah bersama anak anda secara
periodik. Jangan menghukum anak yang mengaitkannya dengan kelas taekwondo .
Saya sering mendengar orangtua berkomentar seperti : “jika kamu melakukan lagi
perilaku buruk itu – kamu tidak akan saya ijinkan latihan Taekwondo”. Perlu
dimengerti bahwa tujuan utama kelas Taekwondo bagi anak adalah membangun
disiplin diri dan hormat- tidak ada alasan untuk menggunakan tindakan ini
sebagai hukuman.
Selanjutnya adalah konsisten untuk membiasakan anak dalam
memenuhi jadwal yang ada. Memilih hari dan membuat jadwal untuk mengikuti
latihan Taekwondo serta – kemudian - membiasakannya untuk memenuhi jadwal
tersebut akan membiasakan anak untuk disiplin waktu. Pada hari latihan,
misalnya, daripada menanyakan apakah anak kita mau atau tidak untuk latihan
sebaiknya anda mempersiapkan segala yang mungkin diperlukannya atau
barang-barang yang perlu dibawanya ke dojang. Bantuan anda diperlukan untuk
menyimpan baju latihan dan peralatan lainnya. Jaga agar baju latihannya bersih
dan masih layak dipakai. Jika perlu belilah satu yang baru untuk cadangan.
Tunjukan dukungan anda kepada pelatih anak kita – jangan
ragu untuk menanyakan saran tentang cara menegakan disiplin pada mereka –tentu
saja pada waktu yang tepat. Kebanyakan Instruktur senang untuk mengatur
pertemuan dengan orangtua siswa untuk masalah-masalah khusus yang dihadapi anak
kita.
Hargai dan pujilah untuk setiap usaha yang telah
diperlihatkannya serta selalu siap untuk membantunya kalau mereka mengalami
kesulitan. Dengan cara apapun yang dapat kita kerjakan untuk mendukung
pengalaman nya mengikuti latihan Taekwondo dalam hidupnya.
Hasil terbaik
dari mengikuti latihan adalah, bahwa Taekwondo tidak saja terbukti meningkat
kemampuan fisik semata bagi yang mempelajarinya lebih jauh – juga – latihan ini
akan meningkatkan kemampuan berpikir dan semangat hidup. Latihan-latihan Drill
yang dibuat dikelas adalah alat yang sangat ampuh untuk menolong anak ADD untuk
belajar konsentrasi dengan pikirannya dalam melaksanakan untuk satu tugas
disamping meningkatkan kemampuannya berkonsentrasi.