Colok Mata :
Jika anda diserang dengan pelukan - untuk melepaskannya gunakan alat apa saja untuk membuat pelukannya lepas. Mata adalah sasaran anda.
Jika tidak ada alat - gunakan ibu jari (jempol) - tusuk bola mata sekuatnya. Cara ini - akan menghilangkan alat serangnya yang paling penting - penglihatannya.
Sekuat apapun penyerang anda - biji matanya tetap lemah.
Siapa saja yang perlu belajar beladiri khusus wanita ini ?
Yang paling utama adalah wanita. Wanita usia berapapun, malam atau siang, status ekonomi apapun, dimanapun ia berada, di pasar, ditempat kerja semuanya berpotensi menjadi korban kejahatan kekerasan seksual/perkosaan. Laki-laki juga perlu mempelajari tehnik FightBack ini agar mereka punya keterampilan dan mengerti bahaya sehingga mereka bisa turut melatih istri, kekasih atau keluarga yang disayanginya. Bahkan saat ini kaum adam pun mendapat serangan dari homoseks atau gay, bukan?
Apa seseorang yang sudah belajar beladiri ,misalnya taekwondo, karate atau bahkan pernah jadi juara dalam suatu pertandingan masih perlu belajar beladiri ini?
Tidak semua beladiri mengajarkan secara khusus. Beberapa beladiri malah sibuk dengan kompetisi – atau beladiri sebagai olahraga. Tidak semua tehnik pertandingan mampu menjawab serangan kejahatan seksual.
Apakah mungkin wanita melawan penyerang atau pemerkosa? Secara fisik saja rata-rata wanita lebih lemah dari bahkan laki-laki pada umumnya?
Betul - wanita secara umum - fisiknya lebih lemah dari pria namun dengan penggunaan tehnik yang efektif seperti yang diajarkan dalam program Fightback – hal itu bisa diatasi. Peserta latihan – dibekali juga dengan pengetahuan untuk menghindari kegiatan dan tempat yang membuka peluang terjadinya serangan, tehnik praktis untuk melindungi diri dan menyerang..Sistematika pelajaran dibatasi dengan jumlah tehnik yang sedikit dan mudah diingat sehingga efektif. Disinilah kelebihan kami, dimana setiap tehnik sudah kami uji dan diperbaiki sehingga sebesar apapun kekuatan penyerang atau selemah apapun wanita akan mampu melindungi dirinya sendiri. Sekalagi ini bukan pelajaran berkelahi. FightBack mengajarkan bagaimana keluar dari serangan dan lari.
Wanita melawan penyerang. Bukannya malah membuat penyerangnya semakin brutal?
Itu prinsip yang kurang tepat dan justru menjebak perempuan menjadi semakin tidak berdaya. Sebelum terjadi serangan tindakan dan sikap kita amat menentukan . Pencegahan dengan kewaspadaan adalah benteng pertama anda. Pelaku kejahatan akan merasakan bahwa korbannya siap dan bakal kemungkinan besar akan kehilangan minat. Dalam banyak kejadian kejahatan dengan kekerasan seringkali berakhir dengan pembunuhan. Jika akhirnya kita tahu bahwa nyawa kita akan melayang – apakah kita akan membiarkannya? Tentu tidak. Perempuan harus melawan.
Apakah dengan mengikuti latihan FightBack ini ada jaminan bisa lolos saat ada perkosaan?
Tidak satu tehnik beladiri yang bisa berhasil untuk semua serangan atau keadaan. Namun jika anda adalah perempuan yang tahu dan terlatih anda masih punya pilihan dan jelas ada kesempatan salah satunya dengan melawan pemerkosanya. (at)
Hati-hati, Modus Pemerkosaan Makin Canggih
VIVAnews - Modus pemerkosaan di Indonesia terus berkembang menyesuaikan perkembangan zaman. Kejahatan yang dulunya dilakukan secara sembunyi-sembunyi, sekarang ini sudah dipraktekkan secara terbuka.
Rupa-rupa cara dilakukan para pelaku kejahatan untuk melumpuhkan dan mengelabui calon korban. Salah satunya menggunakan anak kecil sebagai umpan. Lalu, pelaku menyebarkannya melalui fasilitas seperti BlackBerry Messenger, Yahoo Massenger, dan milis.
Dalam operasinya, anak kecil yang dijadikan umpan disuruh berpura-pura tersesat dari rumah. Dengan harapan ada perempuan yang tersentuh hatinya untuk menolong anak itu. Nah, setelah calon korban bertemu, si anak akan meminta diantarkan pulang.
Kalau korban bersedia, berarti dia telah masuk jebakan para pelaku pemerkosaan.
Sesampai di rumah, perempuan itu akan diminta si anak agar menekan bel rumah. Tanpa disadari bel itu sudah dialiri listrik. Korban yang tersengat setelah menekan bel, langsung tak sadarkan diri. Setelah itu, pelaku kejahatan dapat dengan leluasa melakukan aksinya.
Itu sebabnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar meminta masyarakat waspada.
"Sebaiknya jika bertemu dengan anak yang mengaku tersesat agar langsung membawanya ke kantor polisi, jangan mudah percaya untuk diperintahkan agar mengantarnya ke suatu tempat," ujar Boy. "Kejahatan sekarang lebih cenderung tidak lagi menggunakan cara-cara konvensional."
By Siswanto, Sandy Adam Mahaputra - Senin, 8 Maret